Sabtu, 02 Mei 2015

Antara Pelatihan Ketrampilan dan Pelatihan Kerja

Pengantar
Kami ucapkan terimakasih atas tanggapan dan komentar pada postingan terdahulu yang berjudul MONITORING DISNAKERTRANSOS KABUPATEN KEBUMEN.
Dari beberapa komentar yang muncul, pada intinya mengharap adanya penjelasan lebih lanjut mengenai perbedaan antara pelatihan ketrampilan dan pelatihan kerja.  Semoga postingan kali ini dapat memberikan gambaran tentang perbedaan dimaksud.


Batasan Lingkup Pembahasan.
Sebagai Lembaga Pelatihan Kerja kejuruan menjahit dan bordir, LPK Intan membatasi lingkup pembahasan hanya seputar perbedaan antara pelatihan ketrampilan dan pelatihan kerja untuk bidang kejuruan menjahit dan membordir saja. Itupun rasanya masih perlu dipersempit lagi menjadi kejuruan menjahit saja. Dan supaya tidak kepanjangan, rasanya lebih bijaksana bila dikhususkan lagi menjadi sepesial membuat gambar pola busana saja… ok?
Dalam proses pembuatan busana ada salah satu langkah yaitu membuat gambar pola busana yang dibuat berdasakan ukuran badan dari calon pemakainya.  

Pelatihan Ketrampilan membuat gambar pola busana dilakukan menggunakan alat-alat antara lain kertas pola, penggaris pola, alat ukur (meteran), pensil, penghapus dsb.  Tujuannya adalah supaya peserta latihan dapat membuat gambar pola busana dengan baik menggunakan gerakan tangan yang terampil sehingga dapat dihasilkan kerung lingkar leher, kerung lingkar lengan dan bagian pola lainnya yang mapan.
Yang memiliki ketrampilan adalah anggota badannya (phisik) karena itu pelatihan ketrampilan bersifat melatih gerakan phisik seseorang.

Pelatihan ketrampilan sangat mendukung kelancaran pekerjaan yang masih dilakukan menggunakan system manual.  Cara membuat gambar pola busana secara manual seperti ini sudah saya lihat sejak masa kecil, karena kebetulan Ibu saya (almarhumah) adalah penjahit yang laris, dan ketika masih balita katanya saya paling suka “ngrecokin” Ibu yang sedang membuat gambar pola busana. Melihat orang-orang sedang menjahit dan membordir manual di rumah, sudah menjadi kebiasaan sehari-hari pada masa kecil saya.


Sekarang saya sudah menjadi kakek berumur diatas 60 tahun, alkhamdulillah dapat ikut menikmati jaman yang sudah serba digital…  Pekerjaan membuat gambar pola busana sekarang sudah beda, lazim dilakukan menggunakan alat-alat berupa software komputer yang sudah memiliki banyak desain aneka model.  Bahkan bila dikehendaki dapat menambah desain dan model busana sendiri dengan mudah dan praktis sesuai keinginan dan kreatifitasnya.  Pekerjaan membuat gambar pola busana dapat dilakukan jauh lebih mudah dan praktis, cukup memilih desain dan model busana mana yang disuka, lalu masukkan ukuran-ukuran badan calon pemakainya, maka gambar pola busana sudah jadi dan siap dicetak.  Aslinya dicetak menjadi beberapa lembar gambar bagian-bagian pola, kemudian setelah disambung akan menjadi gambar pola busana yang ukurannya sudah tepat dengan ukuran badan yang dimasukkan. 

Dunia usaha dan dunia kerja sangat memperhitungkan faktor produktifitas kerja dan efektifitas kerja, karena itu selalu menggunakan alat-alat kerja yang mampu bekerja lebih praktis, lebih ekonomis dan lebih efisien.  Maka wajar dan memang sudah semestinya bila dunia usaha dan dunia kerja selalu mengganti peralatan kerjanya dengan alat kerja baru yang lebih canggih sesuai jamannya.  Sementara di sisi lain juga selalu lahir bermunculan alat-alat kerja baru sepanjang waktu, alat kerja yang lebih canggih dari alat kerja yang sudah ada sebelumnya.

Orang kerja itu selalu menggunakan alat-alat kerja. Ini berarti seseorang baru dapat dinyatakan SIAP KERJA kalau dia “minimal” sudah mampu mengoperasikan alat kerja yang akan digunakan untuk bekerja nanti.  Pengertian minimal karena masih ada persyaratan lain yang merupakan tambahannya, yang boleh ditambahkan atau boleh juga tidak ditambahkan. Yang paling utama dan paling mendasar adalah persyaratan minimal tersebut.


Lembaga Pelatihan Kerja memberi pelatihan untuk mengoperasikan alat-alat kerja baru yang akan digunakan untuk bekerja nanti.  Tujuannya adalah supaya setelah dilatih para pesertanya menjadi SIAP KERJA (bukan supaya menjadi terampil).  Pada jaman digital dengan peralatan canggih yang serba digital, seseorang yang tidak memiliki dasar ketrampilan membuat gambar pola busana ternyata dapat membuat gambar pola busana dengan lebih cepat dan lebih mapan di tubuh calon pemakainya. Orang yang tidak memiliki dasar ketrampilan membordir tetapi dapat mengoperasikan software Wilcom dan dibantu mesin bordir digital dia dapat membordir dengan lebih cepat dan lebih rapih.


Akibat adanya perubahan dari jaman manual menjadi era digital, maka jarak antara pelatihan ketrampilan dengan dunia kerja semakin menjauh khususnya untuk bidang pekerjaan yang alat kerjanya mengalami perubahan dari system analog menjadi system digital.  Sebaliknya dunia kerja semakin mendekati pelatihan kerja, dan masyarakat yang ingin bekerja maupun wira usaha juga semakin mendekati pelatihan kerja.

Proses perubahan alat kerja dari sistem analog menjadi sistem digital membawa perubahan yang cepat dan kejam tanpa kompromi. Pada masa lalu pernah ada perubahan system kerja pada peralatan photografi, peralatan audio dan peralatan video dari analog menjadi digital.
Masih ingatkah kita, pada masa jayanya perusahaan Fuji, Sakura dan Kodak, mulai pengadaan negatif film-nya, alat kamera analog-nya sampai peralatan cuci-cetak foto analog-nya, ketika itu sedang jaya-jayanya... Tiba-tiba jaman berganti digital photo, digital audio dan digital video.
Perusahaan yang memproduksi "negatif film analog", meski sudah termasuk perusahaan besar ternyata tak kuasa melawan kekejaman era digital yang menghampirinya, kemudian memutuskan untuk tidak berproduksi lagi... Akibatnya kamera analog dan alat cuci cetak photo analog juga otomatis menjadi tidak dapat berfungsi lagi.

Teman-teman kita Lembaga Kursus Photografi yang ketika itu membanggakan ruang praktek dengan kamar gelapnya dan tidak mau belajar pindah ke digital photo, akhirnya ikut binasa karena kegelapan di dalam kamar gelapnya sendiri...
Semoga teman-teman kita Lembaga Kursus Bordir lebih siaga menyambut kehadiran mesin bordir digital dengan software Wilcom Embroidery-nya.  Demikian juga rekan kursus menjahit dapat lebih siaga dengan banyaknya software baru yang memang nyata lebih praktis untuk mengolah desain dan pola busana. Mari sama-sama berlatih untuk dapat menggunakan mesin dan peralatan baru yang sudah digital...


Warga masyarakat sudah semakin kritis dan maju, sudah banyak yang mengetahui bahwa cara membuat gambar pola busana sekarang ada peralatan digitalnya, bahwa cara membordir sekarang juga sudah ada peralatan digitalnya.
Karena itu memberikan pelatihan ketrampilan membuat pola busana manual dan pelatihan membordir manual menjadi kurang diminati masyarakat. 
Sebaliknya bila memberikan pelatihan kerja membuat pola busana digital menjadi sangat diminati, bukan warga masyarakat saja, bahkan para penjahit-pun banyak yang ingin bisa menggambar pola busana dengan peralatan digital. Apalagi pelatihan bordir digital, masyarakat menyambut dengan sangat baik.


LPK Intan memang belum memiliki mesin bordir digital dan mesin jahit berkomputer, namun sudah bisa dan berani memberikan pelatihan menggunakan peralatan tersebut, karena LPK Intan selalu berlatih dan berlatih terus sampai dapat menggunakannya. Pelatihan Menjahit dan Bordir Pakaian Seragam Sekolah ini telah dilaksanakan di Gedung MP3KI dan menggunakan mesin serta peralatan canggih terbaru miliki PNPM-MP3KI Kecamatan Sruweng.

Sesama rekan Lembaga Pelatihan baik dari LKP maupun LPK banyak yang sudah menerima bantuan peralatan berupa Mesin Jahit Berkomputer 1 jarum yang dapat membordir otomatis, maka wajar dan sudah semestinya apabila mereka jauh lebih menguasai pengoperasian mesin jahit berkomputer tersebut. Sementara LPK Intan rencananya baru akan mengajukan proposal bantuan peralatan pelatihan pada tahun 2015 ini, mohon doa restu Anda, semoga dapat terealisasi... 

Demikian tulisan singkat ini sebagai jawaban atau balasan dari beberapa komentar yang muncul pada postingan terdahulu yang berjudul MONITORING DISNAKERTRANSOS KABUPATEN KEBUMEN.
Semoga menjadi bahan renungan yang dapat diambil hikmah dan manfaatnya.

Terimakasih.

12 komentar:

  1. Yg terpenting giat berlatih spy bisa kerja ato wiraswasta untuk diri sendiri, gitu khan?
    dan memang mutlak harus bisa mengoperasikan alat kerja yg slalu berkembang sepanjang waktu... aq SETUJU-JU...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang terpenting bisa praktek mengoperasikan alat kerja masa kini dulu... setelah itu barulah punya kompetensi untuk bekerja atau wiraswasta... makasih.

      Hapus
  2. Pandangan wawasan yg bagus dan manfaat sekali... orang kerja memang selalu pakai alat kerja dan alat kerjanya itu selalu berganti dari masa ke masa.
    Yang mau latihan kerja menggunakan alat kerja baru boleh tetap kerja. Yang belum bisa menggunakan alat kerja baru dan tidak mau dilatih sebaiknya undur diri sebelum kena PHK...
    Begitulah kehidupan dunia, supaya semua bisa maju bersama-sama dan untung bersama-sama, ok?


    BalasHapus
    Balasan
    1. Adanya alat kerja baru membuat masyarakat butuh pelatihan supaya bisa praktek mengoperasikan alat kerja baru tersebut. Sementara kalangan industri sudah menunggu SDM yang terlatih dan dapat menggunakan alat kerja baru di perusahaannya. Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dituntut dapat memberikan pelatihan kerja memakai peralatan baru, supaya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan kalangan industri... Disni perlu LPK yang kritis dan kreatif, selalu berlatih menggunakan alat kerja baru yang selalu berkembang sepanjang waktu.... makasih.

      Hapus
    2. Thank's LPK Intan Kebumen... boleh tanya lagi? Kelompok kami sudah ada mesin bordir digital tapi kesulitan mencari LPK yang dapat memberi pelatihan pakai mesin canggih ini. Apa LPK Intan bersedia bantu? Maksudnya memberi pelatihan bordir digital diluar Kebumen, balasan ditunggu.

      Hapus
    3. Prinsipnya LPK Intan Sruweng bersedia membantu memberi pelatihan di luar Kebumen..
      Namun LPK Intan juga perlu menjaga etika, norma dan ketentuan lain, sehingga lebih dulu harus memberitahu, mohon restu dan minta Surat Rekomendasi dari Instansi Pembinanya, yaitu Disnakertransos Kabupaten Kebumen. Insa Alloh dimudahkan dan dikabulkan, karena merupakan langkah pasti yang positif... makasih atas kepercayaannya.

      Hapus
  3. Sy tertarik minat ikut latihan membuat pola baju yg pake komputer, juga pengin ikut kursus bordir digitalnya.
    Biaya brp, ikut aja yg penting bisa, sy percaya LPK Intan paling beda kualitas pelatihannya...
    Sukses buat LPK Intan Sruweng.

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih bu Erna... semoga usaha konfeksi dan usaha bordirnya makin maju....
      Silakan latihan Optitex untuk mendukung usaha konfeksinya, silakan latihan Wilcom Embroidery untuk mendukung usaha bordir digitalnya, ok?

      Hapus
  4. Kami kursusan dari Jateng, terus terang bingung nih... Alat kerja model baru kan belum ada yang tahu cara menggunakannya. Tanya ke perusahaan yang mau pake alat itu juga belum tahu, karena baru mau pake. Tanya ke Instansi pembina kursusan juga tidak tahu karena bukan bidangnya. Lalu tanya kepada siapa?
    Gimana caranya supaya kursusan dapat mengoperasikan alat-alat kerja baru tersebut.
    Harap dijawab ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Supaya dapat mengoperasikan alat-alat kerja baru, maaf... luaskan jejaring kita via internet. Saling berbagi dan saling tukar informasi dengan bangsa-bangsa lain di dunia, membuat wawasan semakin luas dan pola pikir pun berubah total. Banyak sekali yang dapat ditanya seputar cara pengoperasian alat-alat kerja baru... mulai dari pabriknya, bagian pemasarannya yang tersebar luas, ada distributor, agen pemasaran sampai ke karyawan bagian pemasaran alat kerja baru tersebut, mereka semua pasti tahu bagaiman cara menggunakan peralatan yang dijualnya,,, Biasakan bertanya hanya kepada yang tahu saja, supaya bisa selamat, Kalo bertanya kepada yang tidak tahu, pepatah mengatakan "malu bertanya sesat dijalan, banyak bertanya makin tersesat...., ok?"

      Hapus
  5. Tolong jelaskan 2 hal berikut:
    1, Hubungan antara KETRAMPILAN dengan SIAP KERJA.
    2. Solusi untuk mengatasi nasib kursus yang mati suri... seperti nasib kursus punyaku.
    Makasih sahabatku LPK Intan Sruweng...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar bagus yang membawa ide untuk membuat postingan baru di blog ini, karena jawabannya cukup panjang. Silakan sabar menunggu, dalam waktu dekat ada postingan baru yang menanggapi 2 hal tersebut.
      Jangan bilang MATI SURI ah... jadi ngeri.
      Terimakasih komentar dari sesama rekan Lembaga Kursus dan Pelatihan...

      Hapus