Selasa, 07 April 2015

Membuat Saku Samping pada Celana dan Rok


Saku samping lazim terdapat pada celana dan rok, pada dasarnya merupakan kantong yang tersimpan didalam celana dan rok. Ukuran kantong sama dengan 15 x 30cm, bentuk sederhananya berupa empat persegi panjang namun bisa juga dirubah bentuk variasi lain. Dari ukuran panjang 30cm akan digunakan untuk mulut kantong 15cm dan untuk kantong dibawah mulut juga 15cm.
Pola dasarnya adalah dua lembar kain empat persegi panjang 15 x 30cm, lembar kain yang satu disebut pola saku 1 dan lembaran kain yang lain adalah pola saku 2

Bagaimana cara membuat saku samping pada celana dan rok?


Mari  kita cermati Ibu Parniyah Pimpinan kursus menjahit LPK Intan Sruweng yang sedang menjelaskan hal tersebut kepada para peserta latihan.
Ada 5 langkah untuk membuat saku samping pada celana dan rok, yaitu:

Langkah Pertama, Menjahit Pola Saku 1


Pola celana/rok bagian depan diletakkan menghadap keatas (sisi kain yang baik ada diatas).
Letakan pola saku 1 diatasnya, juga menghadap keatas. Atur letaknya dengan tepat, dikunci pakai jarum pentul, lalu dijahit sesuai garis merah pada gambar atas.
Setelah dijahit lalu dibalik dan diseterika, kemudian dijahit kembali (jahitan stick-balik)
Lakukan untuk pola saku 1 yang kiri, juga untuk pola saku 1 yang kanan.

Langkah Kedua, Menjahit Pola Saku 2


Pola celana/rok bagian belakang diletakkan menghadap keatas (sisi kain yang baik ada diatas).
Letakan pola saku 2 diatasnya, juga menghadap keatas. Atur letaknya dengan tepat, dikunci pakai jarum pentul, lalu dijahit sesuai garis merah pada gambar atas.
Cukup dijahit sekali saja, jangan dijahit stick-balik.
Lakukan untuk pola saku 2 yang kiri, juga untuk pola saku 2 yang kanan.

Langkah Ketiga, Menata Posisi Celana Belakang.


Letakkan celana belakang menghadap kebawah.  Tarik pola saku 2 keatas dan atur posisinya seperti pada gambar diatas. Kuncilah posisi tersebut dengan jarum pentul.  Lakukan pekerjaan ini baik untuk yang kiri maupun yang kanan.
Setelah rapih dan posisinya terkunci, baliklah pola celana belakang sehingga menghadap keatas.

Langkah Keempat, Menata Posisi Celana Depan dan menjahit sambungan samping pada celana/rok.


Supaya lebih mudah dipahami akan dijelaskan menggunakan gambar hidup.
Letakkan pola celana depan diatas pola celana belakangnya.  Asyiknya saling bertumpukan dalam posisi saling berhadapan…
Bagian samping celana/rok dihimpitkan dengan rapi, mulai batas mulut kantong ke bawah sampai batas bawah celana/rok . Pada posisi sudah rapih dikunci menggunakan jarum pentul.
Jahitlah sambungan samping pada celana/rok mulai posisi pinggang sampai kebawah habis. Hati-hati jangan sampai menjahit mulut kantong, supaya kantongnya tidak rapat.
Lakukan untuk sambungan celana/rok samping kiri maupun samping kanan.


Langkah Kelima, Membuat Kantong Saku


Perhatikan gambar hidup disamping.
Tarik keluar kain pola saku 2 yang berada pada tumpukan paling bawah.
Tarik keluar kain pola saku 1 yang berada pada tumpukan paling atas.
Rapihkan posisi kain pola saku 1 dan kain pola saku 2, dan jahitlah, maka kantong saku sudah jadi.
Lakukan untuk kantong samping kiri maupun kantong samping kanan.
Sekarang tumpukan celana/rok tersebut dibalik, lalu jahitlah kunci mulut saku atas yang masih terbuka.
Sampai disini, proses pembuatan saku samping pada celana/rok sudah selesai.



Nah, saku samping sudah jadi, tapi isinya masih kosong… siapa yang kantongnya mau diisi???
Tunggu saja, pada gilirannya semua peserta akan mendapat jatah uang saku…
Jangan lupa ajak-ajak makan baso bersama ya, dengan siapa saja yang mau dan suka… ok?

Minggu, 05 April 2015

Menjahit Resleting pada Rok Seragam Sekolah


Resleting pada Rok Seragam Sekolah terpasang di belakang, menyatu dengan jahitan sambungan antara kain bahan rok belakang kiri dan kain bahan rok belakang kanan.

Cara menjahit resleting rok ada beberapa macam. Mengingat nantinya para peserta setelah selesai latihan akan membentuk kelompok usaha konfeksi pakaian seragam sekolah, maka perlu latihan memasang resleting pada rok menggunakan cara yang paling singkat dan praktis, namun hasilnya kuat dan rapih.

Pelatihan Menjahit Pakaian Seragam Sekolah yang diselenggarakan oleh PNPM MP3KI Kecamatan Sruweng bekerjasama dengan LPK Intan Sruweng berjalan dengan baik, para peserta sangat bersemangat mengikuti latihan dengan sungguh-sungguh karena ditangani langsung oleh Ibu Parniyah Pimpinan LPK Intan yang dibantu para instruktur lainnya.

Guna menanamkan disiplin kerja, etos kerja dan kekompakan para peserta latihan, maka dari 30 peserta latihan dibagi menjadi 6 kelompok piket, dimana pada hari piket kelompok tersebut wajib membersihkan dan merapihkan ruang latihan, baik sebelum maupun setelah pelatihan pada hari itu selesai.  Dengan demikian suasana di ruang latihan selalu tampak bersih, rapih dan teratur, dan mudah-mudahan akan menjadi kebiasaan dari para ibu yang sedang mengikuti latihan.

Urutan langkah cara memasang resleting pada rok seragam sekolah dapat disaksikan pada video yang berikut:


Demikian, semoga dengan bantuan video tutorial yang juga dibagikan kepada setiap peserta, proses pelatihan menjahit dapat berjalan lebih cepat dan lebih jelas, karena bila belum jelas peserta dapat memutar kembali kepingan video CD tutorial menjahit yang dimilikinya.


Membuat Lipit Depan dan Kupnat Belakang pada Rok Seragam Sekolah

Pola depan rok seragam sekolah SLTP dan SLTA pada bagian pinggang ukurannya sama dengan seperempat lingkar pinggang ditambah 12cm.  Setelah menjadi potongan kain, bagian pola depan ukuran pinggangnya menjadi setengah lingkar pinggang ditambah 24cm untuk lipit dan ditambah 3cm untuk kampuh jahitan kiri kakan.

Cara membuat lipit hadap pada bagian depan rok seragam SLTA adalah kain bahan rok depan dilipat dua, bagian sisi yang baik saling berhadapan didalam lipatan kain tersebut.  Dari garis lipatan berjarak 12cm diberi garis sejajar dengan lipatan, sepanjang antara 18 sampai 20cm dari garis pinggang.  Jahit garis itu, pada awalnya maju 7 tusukan jarum mesin jahit, lalu mundur 5 tusukan jarum dan maju lagi sampai berjarak antara 18 sampai 20cm mundur 5 tusukan jarum dan maju lagi 5 tusukan jarum mesin jahit.  Tujuan dijahit maju-mundur adalah untuk mengunci jahitan batas lipit hadap yang sedang dibuat.

Setelah dijahit rebahkan tepat di tengah, lipatan kain berimpit dengan jahitan yang baru dibuat tadi.  Rebahkan dan rapihkan lipit hadap pada kain itu, lalu diseterika.  Rok seragam SLTA hanya memiliki satu lipit hadap ditengah bagian depan rok dan telah selesai dibuat.
Untuk rok seragam SLTP, pola kain bahan yang digunakan sama bentuknya.  Perbedaannya adalah pada rok SLTP memiliki dua lipit hadap di bagian rok depan, masing-masing berada di depan kiri dan di depan kanan.  Karena itu kain bahan rok depan dilipat menjadi 3 (tiga) sehingga memiliki 2 (dua) garis lipatan kain.  Sisi kain yang baik saling berhadapan berada didalam lipatan kain.  Dengan cara yang relatif sama dengan penjelasan diatas, buatlah dua buah lipit hadap di kiri dan kanan, dengan jarak garis jahitan lipit = 6cm dari garis lipatan kiri dan 6 cm dari garis lipatan yang kanan.

Cara menjahitnya sama saja, awalnya maju mundur lalu maju dan akhirnya maju mundur juga. Setelah dijahit kemudian direbahkan dan diatur menjadi dua lipit hadap kiri dan kanan, lalu diseterika.  Kain pola depan rok seragam sekolah telah selesai dibuat.

Sekarang tinggal membuat kupnat untuk pola rok belakang, baik yang kiri maupun yang kanan.  Lebar kupnat pada titik awal di lingkar pinggangnya = 1,5cm kemudian dijahit mengecil sampai pada jarak 12cm posisi jarum jahitan tepat pada lipatan kain.  Pada awal kuppnat dan pada akhir kupnat dijahit maju mundur juga.
Lebih jelasnya silakan di-play video cara membuat kupnat pada rok dan celana belakang berikut ini:



Pada tahapan latihan ini banyak tugas praktek menjahit maju-mundur berulang kali, yang dilakukan oleh peserta latihan yang belum kenal betul dengan mesin jahit high-speed maupun mesin jahit multi fungsi.  Biasanya terjadi keraguan kurang mantap dalam menekan tombol mundur, akibatnya kerja mesin menjadi ragu dan sering bermasalah, timbul kerewelan kecil pada masin jahit tersebut.  Meski dijelaskan supaya lebih mantap dalam menekan tombol jahitan mundur, tetapi namanya saja baru tahapan latihan jadi belum bisa merasakan yang mantap itu yang bagaimana dan yang ragu itu yang bagaimana, maka wajar bila selalu ada kerewelan kecil pada mesin jahit setelah mempraktekkan tugas ini...

Itulah sebabnya, selain tenaga instruktur, pada pelaksanaan kursus menjahit perlu dilengkapi tenaga teknisi mesin jahit yang siap ditempat latihan, supaya bila terjadi kerewelan pada mesin jahit dapat langsung diperbaiki, dan kegiatan pelatihan tetap lancar...

Semoga dapat diambil hikmah dan manfaatnya, terimakasih.


Senin, 30 Maret 2015

Pengenalan WILCOM Pengolah Gambar Bordir Komputer



Mesin bordir komputer adalah mesin bordir yang kerjanya dikendali penuh oleh file gambar yang dapat terbaca oleh mesin tersebut, sehingga proses membordir tidak membutuhkan kelincahan tangan manusia sebagaimana pada bordir manual.  File gambar yang dapat dibaca oleh mesin bordir komputer hanyalah file gambar yang memiliki alur urutan gerakan benang dalam proses membordir.  File gambar itu dibuat menggunakan software khusus untuk mesin bordir komputer, dan yang paling umum dipakai adalah Software WILCOM.

File gambar yang dihasilkan oleh software pengolah gambar seperti Paint, Corel, Adobe Photo, Photoshop dan lain-lainya, kesemuanya belum dapat dibaca oleh mesin bordir komputer, karena gambar yang dihasilkan tidak memiliki informasi tentang alur gerakan benang dalam proses membordir.
Gambar tersebut hanyalah berfungsi sebagai penuntun bagi orang yang sedang membuat master gambar bordir komputer menggunakan WILCOM, agar lebih mudah dalam membuat batasan-batasan area yang akan dibordir dengan benang.

Supaya tidak salah paham kiranya perlu diyakinkan, bahwa semua file gambar yang dapat dicetak menggunakan printer, baik printer dot matrik, printer ink-jet, printer desk-jet maupun printer laser-jet, file-file gambar tersebut belum dapat digunakan untuk menjalankan mesin bordir komputer.

Supaya memperoleh sedikit gambaran tentang bagaimana kinerja paket Wilcom dalam mengolah master gambar bordir komputer, berikut disampaikan urutan langkah-langkahnya.




Langkah Pertama
Aktifkan software Wilcom yang telah terpasang pada komputer atau laptop yang digunakan.
Panggil contoh file gambar penuntun yang akan digunakan, misalnya file LOGO KOPERASI.JPG.
Di layar akan ditampilkan gambar LOGO KOPERASI.JPG yang merupakan gambar dasar.  File ini dapat dicetak ke printer tetapi belum dapat menjalankan mesin bordir komputer.
Supaya dapat digunakan untuk membordir bagaimana caranya.





Langkah Kedua
Tentukan batasan area yang akan dibordir dengan meng-klik toolbar COMPLEX FILL, dilanjut dengan menentukan batasan-batasan area yang akan dibordir. Caranya dengan klak-klik mouse sampai membentuk area tertentu.  Pilih jenis tusuk bordir yang akan digunakan untuk mengisi area bordir yang telah ditentukan tadi.










Langkah Ketiga.
Kebetulan gambar logo koperasi memiliki beberapa bagian bentuk yang sama hanya beda tempat dan beda menghadapnya.  Gunakan fasilitas mengcopy dengan klik toolbar DUPLICATE atau tekan bersama Alt-D, maka akan tercopy bagian bentuk yang dipilih.  Geser-geser letaknya dan putar-putar arahnya, sehingga diperoleh gambar yang ada disamping.









Langkah Ke-empat    
Pilih lagi bagian lain dari gambar logo yang akan dibordir. Tentukan area yang akan dibordir dengan cara klak-klik mouse yang bekasnya seperti pada gambar samping.
Perlu ketelitian dan kesabaran memang, dan pekerjaan semacam ini sudah biasa dilakukan oleh mereka yang suka mengolah gambar menggunakan Corel atau Adobe atau lainnya.








Langkah Kelima
Setelah area bordir berhasil ditentukan, selanjutnya tinggal mengisi area dimaksud dengan jenis tusuk bordir yang dipilih. Gunakan fasilitas duplikasi dan geser-geser tempat serta putar-putar arah sehingga diperoleh pengisian gambar bordir dengan menduplikasi bagian lain yang sama bentuknya.









Langkah Keenam
Singkat cerita, semua bagian dari gambar logo kperasi sudah terisi tusuk-tusuk bordir dan dapat dilihat arah benangnya.  Arah benang ini fungsinya seperti arsiran pada lukisan, kalau arah arsirannya tepat lukisan menjadi seperti hidup, demikian juga bordiran, kalau arah benangnya tepat maka gambar bordir menjadi lebih hidup juga.








Langkah Ketujuh
Langkah ini berguna untuk menguji jalannya alur benang bordir ketika proses bordir dilaksanakan.  Bila ketika pada langkah mengisi area bordir banyak menggunakan fasilitas duplikasi dari bagian lain, disatu sisi pekerjaan menjadi lebih cepat dan praktis, namun disisi lain mengakibatkan terjadinya lompatan alur benang ketika proses bordir berjalan.  Lompatan benang dapat membuat benang bordir sering putus dan mengganggu proses produksi, karena mesin harus dihentikan dulu untuk menyambung benang yang putus tadi.  Karena itu bila dalam UJI ALUR BENANG BORDIR banyak terjadi lompatan benang maka master gambar bordir harus disempurnakan lagi.




Langkah Kedelapan
Dengan sabar dan teliti serta rada-rada rumit... yang jelas kalau ditulis disini terlalu sangat panjang... akhirnya syukur alkhamdulillah jalannya alur benang bordir sudah teratur tidak ada lompatan-lompatan benang lagi...
Apa ini pertanda bahwa proses pembuatan master gambar bordir komputer sudah selesai?
Belum ya... masih ada satu langkah lagi yaitu DIUJI COBA DENGAN MESIN BORDIR KOMPUTER.






Langkah Kesembilan.
Master gambar bordir yang telah dibuat sebagaimana uraian diatas masih perlu diuji coba menggunakan mesin bordir beneran. Bukankah yang terpenting adalah hasil bordiran yang sebenarnya?
Kalau hasil bordiran sudah halus dan baik itu yang diharapkan.  Kalau jarak benangnya terlalu jauh atau mungkin terlalu padat sampai bertumpuk, tentu perlu diatur lagi supaya hasil bordiran lebih baik lagi.
Setelah semuanya baik dan rapih, barulah master gambar bordir tersebut disimpan dengan nama MASTER GAMBAR BORDIR DIGITAL YANG SUDAH OKE DAN TERUJI...


PENUTUP

Kiranya pantas direnungkan, hanya dengan bekal ketrampilan mengolah gambar bordir komputer baik menggunakan software Wilcom maupun software lainnya, ditambah memiliki mesin bordir digital yang mampu membordir topi sudah jadi (bukan lembaran kain bahan topi) dan mampu membordir kaos sudah jadi (bukan lembaran kain bahan kaos), rasanya didepan mata sudah banyak pesanan topi, baik topi seragam sekolah maupun topi dari organisasi lain.  Juga bordiran kaos, baik kaos olah raga sekolah maupun kaos organisasi lain.

Gambar samping adalah mesin bordir digital kecil hanya 2 (dua) kepala dengan harga yang jauh dibawah harga mesin bordir 12 (dua belas) kepala, serta penggunaan listriknya juga lebih hemat.  Sangat cocok untuk memulai usaha bordir digital yang order pesanannya masih belum begitu banyak.  Nanti kalau order pesanan sudah meningkat barulah menggunakan mesin bordir digital yang lebih besar lagi.

Dalam dunia usaha, peralatan yang dibeli harus disesuaikan dengan KEBUTUHAN perusahaan, bukan karena mengikuti KEINGINAN dan cita-cita belaka. Penggunaan mesin bordir digital dengan kapasitas besar 12 (dua belas) kepala sudah barang tentu membutuhkan biaya listrik dan biaya operasional lain yang lebih besar...

Ada mesin bordir digital portable ukurannya sama dengan mesin jahit, bahkan sekarang sudah banyak di pasaran, mesin jahit yang juga bisa membordir otomatis. Karena jarum cuma satu maka hanya satu warna, bila untuk membordir aneka warna, dalam membuat file rajutan bordir menggunakan Wilcom Embroidery, harus dibuatkan satu layer untuk setiap warna. Dalam pengoperasian di mesin bordir portabel, setiap pergantian layer, benang harus diganti warna lain.

Berikut contoh video bordir otomatis menggunakan mesin jahit Singer XL 400, mesin ini bisa untuk menjahit dan sekaligus juga bisa membordir otomatis. Silakan di-play video pendek dengan durasi sekitar satu menit yang berikut:


Semoga naskah ini dapat direnungkan dan diambil manfaatnya.
Terimakasih.

Iman S Prositadika
Penyusun Program Pelatihan LPK Intan Sruweng.



Sabtu, 28 Maret 2015

Memotong Kain Bahan Rok Seragam Sekolah


Potong kain bahan pakaian merupakan pekerjaan yang beresiko, karena bila sampai salah potong dapat mengakibatkan pakaian yang sedang dibuat menjadi kurang baik, bahkan hasilnya dapat menjadi produk yang gagal dan merugikan perusahaan.
Mengingat hal tesebut, maka sebelum peserta latihan praktek memotong kain, Ibu Parniyah tidak segan-segan mengingatkan sambil bercanda: “Hati-hati memotong kainnya… awas, kalau ada yang salah potong nanti uang sakunya dipotong…”

Peringatan dari Ibu Parniyah yang diikuti oleh para Instruktur lainnya sambil keliling mengontrol kinerja peserta latihan, membuat para peserta lebih semangat namun selalu berhati-hati dalam proses pemotongan kain.  Berkat kontrol dari Team Instruktur LPK Intan yang ketat, maka meski baru pertama kali memotong kain, tidak satu orangpun dari peserta yang gagal dalam proses pemotongan kain ini.  Mungkin juga karena takut uang sakunya dipotong… he-he-he…

Cara pemotongan kain bahan rok seragam sekolah adalah sebagai berikut:


Pertama, memotong pola rok belakang.

  1. Kain bahan rok dilipat, tepian kain berimpit, sisi kain yang baik saling berhadapan di dalam lipatan.
  2. Pola rok belakang diletakkan diatasnya, bagian pola yang lurus sejajar dengan tepian kain, berjarak 3cm dari tepi kain untuk lipatan belakang rok dan pasang resleting.
  3. Bagian bawah rok dipotong dengan tambahan diluar pola selebar 3cm untuk lipatan bawah.
  4. Bagian samping dan atas dari pola rok belakang ditambah 1,5cm diluar pola untuk kampuh jahitan.
  5. Setelah proses pemotongan dilakukan, hasilnya adalah dua lembar kain pola rok belakang yang saling berhadapan, keduanya merupakan pola rok belakang kiri dan kanan seperti yang tampak di gambar samping. 

Kedua, memotong pola rok depan.

  1. Gunakan sisa lipatan tengah dari kain yang baru dipotong tadi.  Letakkan pola rok depan diatasnya, bagian pola yang lurus berimpit dengan lipatan kain.   Jangan keburu dipotong dulu, karena hanya untuk mengukur besaran sisa kain dibanding pola rok depan yang akan dipotong.
  2. Bila ternyata masih ada sisa kain, jangan dipotong dulu.  Kenapa demikian?  Karena kalau langsung dipotong maka kain sisanya adalah dua lembar kain yang kecil-kecil.  Geser dulu posisi lipatan kain sehingga lebarnya sama dengan lebar pola rok depan ditambah 1,5cm.  Letakkan pola rok  depan dengan posisi bagian yang lurus berimpit dengan lipatan kain yang baru digeser tadi.  Untuk bagian bawah pola rok depan ditambah 3cm untuk lipatan bawah, sedang bagian lainnya ditambah 1,5cm untuk kampuh jahitan.  Sisa kain hanya satu lembar, tapi lebarnya dua kali lebar sisa kain dua lembar yang tadi.  Dengan sisa kain yang lebih lebar dapat digunakan untuk keperluan lainnya.
  3. Setelah proses pemotongan dilakukan, hasilnya adalah satu lembar kain pola rok depan yang melebar, seperti yang tampak di gambar.

Bila ada sisa kain bahan yang cukup, dapat digunakan untuk membuat ban pinggang, membuat saku samping dan membuat tali gesper dalam proses pembuatan rok tersebut.  Namun bila sudah tidak ada sisa kain bahan lagi, potonglah ban pinggang dan bahan saku dari kain yang masih ada.


Pengenalan Mesin Jahit High-speed dan Mesin Obras


Para peserta latihan pada umumnya belum mengenal jahit-menjahit, hanya sebagian kecil yang sudah kenal jahitan menggunakan mesin jahit biasa, belum bisa menggunakan mesin jahit high-speed.  Juga belum mengenal mesin obras, karena kalau membuat baju sendiri masalah mengobrasnya selalu dibawa ke tukang obras.  Demikian pula membuat lobang kancingnya.

Karena itu sebelum praktek membuat pakaian seragam sekolah, para peserta dikenalkan dengan mesin jahit high-speed dan mesin obras yang akan digunakan untuk praktek kerja nanti, setelah selesai mengikuti pelatihan ini.  Semua merasa senang dan ingin dapat mengoperasikan mesin-mesin kerja tersebut.







Tahapan pertama, peserta dilatih dan praktek memasang benang pada mesin jahit high-speed, baik benang atas maupun benang bawah.   Juga dilatih dan praktek menggulung benang yang akan dipasang sebagai benang bawah pada mesin jahit high-speed.








Setiap peserta melaksanakan tugas praktek menjahit untuk pemula, sampai betul-betul dapat menjahit lurus dan menjahit lengkung dengan tusukan jarum tepat pada sasaran yang telah ditentukan.
Tugas yang dilaksanakan para peserta dapat disaksikan pada video berikut ini:








Mula-mula, peserta mengalami kesulitan dan hambatan dalam melaksanakan tugas praktek ini, namun setelah mencoba praktek selama satu jam dengan bimbingan Instruktur LPK Intan Sruweng, syukur alkhamdulillah semua peserta sudah dapat menyelesaikan tugas ini dengan semakin baik dan lancar.















Dilanjutkan tahapan kedua, peserta dilatih dan praktek memasang benang pada mesin obras A yang menggunakan 3 benang, juga dilatih dan praktek memasang benang pada mesin B yang menggunakan 6 benang.  Mesin B selain untuk meng-obras juga dapat digunakan untuk jahitan neci.









Secara bergantian, para peserta praktek meng-obras kain menggunakan mesin A dan mesin B sampai semua betul-betul dapat menggunakan alat kerja tersebut.  Tentu saja perlu kesabaran untuk memberikan pelatihan ini, dan beginilah kinerja Pimpinan dan Instruktur Menjahit LPK Intan sebagai santapan kerja hariannya…

Masing-masing Lembaga Pelatihan Menjahit boleh berbeda dalam memberikan materi pelatihannya dan masyarakat yang kritis dapat menentukan pilihannya sendiri, sebaiknya Kursus Menjahit di Lembaga mana... ok?

Terimakasih atas kepercayaan masyarakat luas kepada LPK INTAN Sruweng Kebumen Jawa Tengah.

Iman S Prositadika
Penyusun Program Pelatihan LPK Intan Sruweng


Jumat, 27 Maret 2015

Membuat Pola Rok Seragam Sekolah

Untuk rok seragam SD atau sederajat, dasar untuk membuat polanya adalah ukuran lingkar pinggang dan panjang rok.
Pola rok seragam SD sangat sederhana, hanya memotong kain dengan ukuran panjang rok ditambah 2cm untuk kampuh jahitan pinggang, ditambah lagi 3cm untuk lipatan rok bawah. Jadi, polanya hanya kain berukuran panjang rok plus 5cm dipotong melintang selebar kain yang akan digunakan untuk membuat rok.

Pada guntingan kain ini dibuat lipit searah sebesar 16 lipitan. Cara membuat lipitan diperhitungkan sedemikian rupa, sehingga setelah dilipit semuanya, ukuran kain menjadi sama dengan ukuran lingkar pinggang.
Batas lebar kain (tepian kain) dijahit dengan lipatan 3cm, dan di salah satu ujungnya dipasang resleting. koneksi kain yang ada resletingnya ini merupakan bagian tengah belakang dari rok yang sedang dibuat.

Setelah menjadi rok, maka bagian depan ada sebanyak 8 lipitan, bagian belakang kiri ada sebanyak 4 lipitan dan bagian belakang kanan juga ada sebanyak 4 lipitan.
Selanjutnya lipitan kain terkunci dengan jahitan, kemudian dipasang ban pinggangnya, dijahit lipatan rok bagian bawahnya, maka sudah jadi rok seragam sekolah SD atau sekolah yang sederajat.


Untuk rok seragam sekolah SLTP dan SLTA polanya sama saja. Bedanya hanya pada cara membuat lipit hadap pada pola rok depan. Pada rok seragam SLTP, jahitan lipit hadapnya ada dua buah berada di depan kiri dan di depan kanan.
Sedangkan pada rok seragam sekolah SLTA, jahitan lipit hadapnya hanya ada satu saja, terletak pada bagian tengah dari rok depan yang sedang dibuat.

Lebih jelasnya, silakan disimak gambar pola rok seragam sekolah berikut:




Semoga bermanfaat dan terimakasih atas kepercayaan masyarakat kepada LPK Intan Sruweng.